Rabu, 30 Desember 2020

20 Film Terbaik Tahun 2020


Dunia sinema pada tahun 2020 adalah sebuah fenomena. Datangnya bencana pandemi membuat kita mendapati pengalaman menonton yang berbeda dari biasanya. Penutupan serentak seluruh tempat hiburan termasuk bioskop nyaris selama tujuh bulan, mengharuskan kita mencari alternatif lain dalam menikmati konten film sebagai tontonan.

Beberapa judul yang akan disebut dalam daftar ini—aku lebih suka menyebutnya sebagai daftar film paling berkesan—adalah film-film yang sempat tayang di bioskop, lalu sebagian lagi yang dirilis lewat paltform online streaming, dan sisanya diisi oleh film-film yang tayang terbatas di berbagai event festival ataupun special screening. Namun apapun media menontonnya, yang jelas good movie speaks for itself!

Pertimbangan memilih 20 judul film dalam daftar ini tentunya sangat subjektif, semuanya bergantung pada selera personal. Sayangnya beberapa judul seperti Better Days, The Unknown Saint, Corpus Christi, dan Babyteeth terpaksa disisihkan karena bingung debut rilisnya secara internasional sebaiknya masuk tahun ini atau tahun lalu (terus terang saja, ini kegelisahan kolektif para sinefili setiap tahun ha ha). Terlepas dari itu, izinkan aku memberi honorable mention untuk Borat Subsequent Moviefilm, Sweat, Tigertail, Shiva Baby, His House, Days, dan Limbo yang cukup berkesan meskipun tak ditulis dalam daftar.

So, here are 20 of the best and most memorable movies of 2020!


20. PALM SPRINGS
Mungkin sudah banyak film dengan lintas genre yang lebih dulu memakai konsep time-loop. Max Barbakow dalam film narasi panjang pertamanya ini pun mengusung konsep serupa dalam gaya komedi romantis.⁣ Bagian paling menarik dari film ini adalah studi karakter kedua tokoh utama. Nyles yang terlalu nyaman berada dalam repetisi pusaran waktu, sementara Sarah dengan pengalaman barunya justru ingin mencari cara agar keluar dari jebakan waktu itu.⁣ Tanpa perlu menawarkan ide cerita yang rumit atau plot twist yang heboh, ini adalah sajian tontonan ringan nan seru.



19. THE DEVIL ALL THE TIME
Berlatar Perang Dunia II dan Perang Vietnam, film ini menceritakan kebrutalan masyarakat di kota kecil bernama Knockemstiff, tempat di mana para ‘iblis’ bersarang dan mengatur strategi untuk berbuat jahat atas nama Tuhan dan agama. Tak hanya menjual deretan nama aktor besar, film ini pun berhasil menyajikan cerita menarik dengan menghubungkan para tokohnya melalui misteri dan kisah masa lalu yang saling berkaitan.



18. BLACK BEAR
Aubrey Plaza akhirnya tampil dalam performa terbaiknya saat memerankan karakter Allison, seorang sineas yang sedang mencari ide untuk film terbarunya di sebuah motel tengah hutan. Lewat penyutradaraan Lawrence Michael Levine, film thriller piskologi dengan gaya narasi nonlinier ini berhasil membawa penonton ke dalam dua perspektif cerita dalam labirin pikiran sang tokoh utama. 



17. TENET
Ambisius adalah nama tengah Christoper Nolan. Dalam film sci-fi terbarunya ini, Nolan kembali mengeksplor ide plot yang rumit. Namun kali ini ia tak sekadar bermain-main dengan konsep perjalanan waktu, melainkan fokus pada teknologi yang bisa membalikkan entropi objek. Film ini bercerita tentang sebuah aksi spionase internasional dalam upaya untuk mencegah Perang Dunia III. Bersama sang protagonis, penonton diajak jalan-jalan melewati gravitasi yang terasa normal, lamun dalam dunia sekitar yang terbalik.



16. SHITHOUSE
Di tengah gejala homesick yang dialami Alex saat memulai masa kuliahnya di kota yang jauh dari rumah, ia mencoba berbaur dan mencari kenalan dengan mengikuti sebuah acara pesta muda-mudi yang dinamakan Shithouse. Di sanalah ia berkenalan dengan Maggie, gadis yang kemudian menjadi teman hangout dadakan menghabiskan waktu sepanjang malam. Dialog natural dan beberapa adegan manis dalam film ini mungkin akan mengingatkan kita dengan Before Trilogy dalam versi yang agak witty. Sudah jelas, inilah salah satu drama roman paling mengesankan tahun ini. 



15. ANOTHER ROUND (DRUK)
Empat sekawan guru SMA tiba-tiba membuat sebuah eksperimen ganjil, yakni mengonsumsi miras untuk meningkatkan gairah saat mengajar di sekolah. Film drama produksi Denmark-Swedia ini menyoroti bagaimana para guru itu menghadapi keadaan mid-life crisis serta risiko yang mereka hadapi saat mengambil keputusan yang salah. Meski ini film tentang mabuk-mabukan, semestinya menonton ini tak perlu bikin mabuk. 



14. NEVER GONNA SNOW AGAIN
Drama komedi asal Polandia-Jerman ini mengenalkan kita pada karakter Zenia, seorang tukang pijat profesional yang sering bertandang dari rumah ke rumah di sebuah kompleks. Menarik sekali melihat bermacam karakteristik tokoh dalam setiap rumah yang didatangi oleh Zenia, apalagi ketika plotnya memberikan kejutan-kejutan kecil yang sebenarnya miris tapi senantiasa menghibur.



13. NEVER RARELY SOMETIMES ALWAYS
Seorang remaja 18 tahun bernama Autumn dihadapkan pada konflik kehamilan di masa muda. Bersama sahabat perempuannya, ia melakukan perjalanan ke kota untuk menggugurkan janin yang sedang ia kandung. Meski berpotensi mengundang rasa iba, film ini lebih fokus merekam bagaimana pergulatan kaum perempuan dalam menghadapi masalah di luar kehendak mereka. Lebih dari itu, film ini adalah cerminan betapa pentingnya implementasi dari kampanye 'girls supporting girls'.  



12. QUO VADIS, AIDA?
Berdasarkan peristiwa nyata genosida di Bosnia pada tahun 1995, diceritakan seorang wanita bernama Aida sedang bekerja untuk PBB sebagai penerjemah di Srebrenica. Ketika tentara Serbia Bosnia menyerbu, Aida dan ribuan warga lainnya mencari perlindungan di sebuah kamp. Tanpa perlu tampil dengan aksi brutal bersimbah darah, film ini berhasil menggambarkan insiden kelam di masa itu lewat kacamata seorang Aida yang amat mencintai keluarganya.



11. I'M THINKING OF ENDING THINGS
Di tengah musim dingin dan bersalju, seorang perempuan muda mendapat pengalaman aneh saat menemani pacarnya mudik ke suatu desa terpencil. Sebuah film thriller psikologi yang bertendensi menakut-nakuti penonton dengan topik perdebatan eksistensial tentang makna sebenarnya dari hidup dan kesepian.



10. FIRST COW
Jika disimpulkan dengan premis yang sederhana, ini hanyalah film tentang pertemanan dua orang pria berbeda ras yang bersekongkol mencuri susu sapi. Meski konfliknya hanya berangkat dari seekor sapi, ini adalah kisah bersahaja tentang hubungan manusia yang dikemas dalam sinematografi dan latar visual yang memanjakan mata.



9. THE FATHER
Dengan mengambil sudut pandang seorang pria tua penderita Demensia serta bagaimana ia menjalin relasi dengan anak perempuannya, film drama ini menampilkan banyak sekali momen-momen nyata yang bikin terenyuh. Bukan hanya tentang perasaan sedih orang tua yang akan ditinggal sang anak untuk memulai hidup baru di tempat yang jauh, tapi juga tentang rasa frustrasi seorang anak menghadapi ayahnya yang sedang mengalami kemunduran ingatan.



8. THE INVISIBLE MAN⁣ ⁣ 
Diadaptasi lepas dari novel berjudul sama, Leigh Whannell mengarahkan film ini sebagai sajian horror-thriller menggaris sci-fi dengan pendekatan yang lebih modern dan lebih feminis dibanding materi aslinya.⁣ Konflik utama film ini bukan hanya tentang usaha sang tokoh utama yang ingin keluar dari hubungan abusive dengan pasangannya, tetapi juga tentang upayanya melawan kengerian yang ditimbulkan oleh teror supernatural—atau seramnya dampak ilmu pengetahuan.⁣ Di samping segala aspek teror yang bikin ngeri, penampilan cemerlang Elisabeth Moss dalam film ini adalah segalanya!



7. BEASTS CLAWING AT STRAWS
Sebuah sajian misteri thriller yang menyoroti aksi sekumpulan masyarakat kelas bawah ketika dihadapkan pada konflik perebutan tas Louis Vuitton berisi uang dalam jumlah yang sangat banyak. Dengan narasi ala Quentin Tarantino atau Guy Ritchie, film ini menampilkan studi karakter dari delapan tokoh yang mengalami berbagai konflik demi orientasi harta dan prestise.



6. HAPPY OLD YEAR
Diilhami dari metode KonMari ala Maria Kondo, film ini menunjukkan bagaimana upaya menangani kenangan menyakitkan melalui tokoh Jean, yang berusaha memutus relasinya dengan barang-barang milik mantan kekasihnya. Hubungan keduanya menjadi alegori yang menarik ketika mereka dihadapkan pada pilihan: mempertahankan atau meninggalkan.⁣⁣⁣⁣⁣ Menyusul filmografinya terdahulu, sutradara Nawapol Thamrongrattanarit seolah-olah kembali menegaskan pada kita bahwa kiblatnya memang tragedi.⁣⁣⁣⁣⁣



5. MINARI 
Film ini menceritakan keluarga Korea yang pindah ke Arkansas untuk bertani, berlatar sebuah pedesaan kecil pada tahun 1980-an. Kisah tentang dinamika keluarga yang mengalami problem internal disebabkan perbedaan prinsip, ditambah konflik eksternal oleh perbedaan budaya dan stereotip masyarakat terhadap warga pendatang. Film ini menambah deretan film yang secara apik memotret kehidupan para imigran di Amerika, serta bagaimana upaya mereka melakukan asimilasi dan menggapai American Dream.



4. SOUND OF METAL
Bercerita tentang seorang mantan pecandu narkoba yang kembali menemukan hidup barunya lewat musik. Selama empat tahun terakhir, ia telah meniti karier sebagai drummer di sebuah band heavy-metal. Suatu hari saat sedang melakukan tur konser, tiba-tiba ia mengalami gangguan pendengaran yang parah. Film ini mampu mengakomodasi para teman tuli dan berhasil menyampaikan signifikansi dari premis filmnya dengan memberikan dialog teks, gerak, serta penyuntingan suara yang memikat. Lewat perannya di sini, Riz Ahmed layak dinobatkan sebagai aktor terbaik tahun ini!



3. PROMISING YOUNG WOMAN
Cassie adalah seorang wanita muda yang menjanjikan, sampai sebuah tragedi kelam di masa lalu mengubah hidupnya. Ia mulai menjalani kehidupan ganda; sebagai pelayan kafe di siang hari, lalu mendatangi klub malam demi sebuah agenda 'balas dendam' rahasia. Dengan mengusung semangat feminisme yang tinggi, film ini sukses menampilkan berbagai momen seru dan mengejutkan, yang mungkin tak pernah terpikirkan di benak para sutradara laki-laki. Bagian klimaks film ini begitu menakjubkan dan akan membuat kita sepakat untuk berseru "Best revenge ever!"



2. SUN CHILDREN
Bersama ketiga temannya, seorang bocah berusia 12 tahun bernama Ali harus bekerja keras untuk bertahan hidup dan menghidupi keluarga mereka. Dengan reputasi telah melakukan banyak tugas berat di jalanan, suatu hari Ali dipercaya untuk menemukan sebuah harta karun yang terpendam di bawah tanah.⁣⁣⁣ Banyak sekali isu sosial yang diusung film ini, mulai dari penderitaan masyarakat kelas bawah terutama para pengungsi Afganistan di Iran, perlakuan polisi yang kejam terhadap anak di bawah umur, hingga minimnya dukungan negara untuk sekolah mandiri. Majid Majidi kembali menyubsidi empatinya pada anak-anak melalui film satire ini.



1. NOMADLAND
Menyusul resesi hebat di pedesaan Nevada, seorang wanita berusia 60 tahun bernama Fern pun harus mengalami kehilangan banyak hal. Demi mengalihkan perasaan duka, ia melakukan perjalanan panjang dengan mengendarai sebuah mobil van. Dalam perjalanannya sebagai pengembara nomaden, ia bertemu banyak orang yang kemudian mempengaruhi hidupnya. Tak hanya mampu mematahkan hati, film ini juga menunjukkan kepada kita bagaimana proses memaknai kehilangan. Seumpama butuh katarsis kesedihan, jelas ini adalah film yang sempurna untuk ditonton!

_________________________

Kalau kamu, apa saja film favoritmu tahun ini?

4 komentar:

  1. Udah hobi baca buku, nonton film juga rajin. Mantap deh, bisa berjalan beriringan gitu ya, produktif sekali, Do 😁

    BalasHapus
  2. Palm Spring salah satu film Time-Loop terbaik. Sama serunya kayak Happy Death Day.

    BalasHapus
  3. Banyak juga yang bilang tenet gak bagus atau biasa aja, tapi ternyata maah masuk list-nya Rido. Dan kebetulan saya belum nonton sih, lagian dari film-film Nolan sebelumnya saya harus selalu nonton minimal 2 kali. 😂

    BalasHapus
  4. Kirain beneran ambisius nama tengahnya.
    Pas cek wikipedia trnyata bukan ha ha

    BalasHapus

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!