Ada yang pernah nonton film Cin(t)a? Drama tentang hubungan percintaan antara pasangan dari etnis Tionghoa dan pribumi. Premis yang menarik. Nah, novel yang baru selesai kubaca ini kurang lebih mengangkat tema yang sama, tapi dikemas dengan latar sejarah, pra-kemerdekaan. Novel debut yang apik dari Ario Sasongko.


Judul : Rindu yang Membawamu Pulang
Penulis : Ario Sasongko
Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2015
Cetakan : pertama
Tebal :  232 hlm
ISBN : 979-780-844-0

Kita pernah berhenti di persimpangan jalan yang hampir membuat kita menyerah. Berkali-kali aku mencoba menepismu, menamaimu cinta yang tak tentu arah. 

Benarkah kita tak bisa memberi kesempatan pada sesuatu yang tak akan pernah sama? Aku tak paham banyak tentang cinta, tetapi bukankah kita hanya perlu merasakannya? 

Mereka bertemu di antara perbedaan. Bagi Gun dan Ling, cinta tak pernah mudah dimengerti. Tidak juga mudah dimiliki. Bertahan dalam ketidakpastian membuat mereka ingin menyerah walau tak pernah sanggup saling melepaskan. Atas nama dua hati yang saling mencintai, keduanya berpegang pada janji yang tak sempat terucap. Bentangan jarak dan waktu bukan halangan. Rindu akan membawa pulang. Namun, masih cukupkah rindu yang mereka miliki?



Rindu yang Membawamu Pulang bercerita tentang kisah cinta antara Gun dan Ling, pasangan berbeda ras dengan latar belakang sejarah, yaitu Batavia (Jakarta) di tahun 1920-an, saat tanah air masih tunduk pada pemerintahan Gubermen Belanda. Gun adalah seorang nasionalis Bumiputera yang aktif menjunjung kebebesan dan persatuan, terbukti dengan terlibatnya ia dalam kongres pemuda. Ling, seorang gadis berdarah Tionghoa, juga aktif mengajar di Tiong Hwa Hwee Kwan (THHK) demi mengangkat derajat etnisnya yang minoritas. 

"Persatuan itu harusnya tak memandang golongan, suku, atau agama. Tujuan persatuan justru untuk menyatukan segala perbedaan itu."

Aku suka dengan cara penulis mempertemukan Gun dan Ling. Walaupun nggak se-epic cara John Green mempertemukan tokoh Will Grayson dan Will Grayson satunya lagi di novelnya, tapi adegan pembuka saat Gun melihat Ling di trem kelas dua dan berlanjut menguntitnya dengan alasan ingin membetulkan kereta angin itu cukup romantis, walau sebenarnya bikin bergumam, "Niat amat lu!" 

Sebenarnya yang paling menarik dari novel ini adalah latar waktu, tempat, dan suasana yang dibangun penulis. Untuk pembaca yang melek sejarah, pasti akan sangat related dengan kehidupan Batavia di masa itu. Mulai dari deskripsi kendaraan yang digunakan, media surat kabar, dialog para tokoh, sampai pemanis seperti kelompok musik STOVIA yang tiap malam bermain keroncong di tepi jalan Weltevreden (kawasan peristirahatan elite bagi para pembesar VOC dulu dan menjadi pusat pembangunan di zaman Hindia Belanda). Detail penting inilah yang membuat pembaca seolah diajak kembali mengulang sejarah tempoe doeloe. Tapi, sayangnya novel ini pelit catatan kaki. Padahal info selewat kayak yang kuketik dalam tanda kurung barusan, bisa dicantumkan. Aku malah yakin kalau hampir nggak ada yang tahu apa kepanjangan dari STOVIA. Iya, kan?

"Nasib memang membentuk pikiran, tapi pikiran belum tentu mengubah nasib."

Selain narasi, aku suka sekali dengan gaya bahasa percakapan khas melayu lama yang digunakan setiap tokoh saat berinteraksi. Saat Gun merayu Ling, saat Masmun menggoda Gun, bahkan saat Ling adu mulut dengan babanya. 

Cerita tentang pasangan beda agama/ras, cinta terlarang, atau cinta yang nggak direstui mungkin sudah banyak di luar sana, tapi novel ini layak diberi apresiasi lebih. Idenya mahal dan risetnya pasti serius. Salut buat Ario!



Sila baca juga review dari teman-teman lain di Goodreads, klik: 
https://www.goodreads.com/book/show/27432853-rindu-yang-membawamu-pulang
___________________________ 


[GIVEAWAY] 

Ada 2 eksemplar novel Rindu yang Membawamu Pulang gratis dari penulis buat kamu! Baca ketentuannya, ya~ 
1. Follow blog ini lewat Google Friend Connect (lihat sidebar sebelah kanan) 
2. Follow akun Twitter @ridoarbain dan @thesasongkoo (karena info giveaway dan pemenang akan diumumkan di sana) 
3. "Kalau Ario mau nulis novel roman dibalut sejarah lagi, kira-kira bagusnya angkat sejarah tentang apa? Kasih alasannya, ya!Tulis jawabanmu di kolom komentar, dengan mencantumkan nama, akun Twitter, dan kota tempat tinggal. 
4. Jangan lupa share juga info giveaway ini, biar banyak yang ikut!

Gampang, kan? Giveaway berlangsung hingga 1 April 2016. Pemenangnya nanti akan di-mention langsung di Twitter. 

Good luck!